HOT..!!!!!!!!!!

abg

vaginaku berdenyut-denyut dan menghisap kuat penis Jake mahasiswa seks bebas

saat ini usiaku 23 th. Ini adalah pengalaman sex-ku bersama pacarku, sebut saja Jake yg berusia 29 th. Dengan Jake aku banyak mendapatkan pengalaman sex yang sangat berharga. Dengan Jake juga aku jadi mengenal sex bebas. Pada mulanya aku adalah salah satu gadis yang berprinsip tidak akan melakukan hubungan sex sampai nanti setelah menikah. Sejak kami pertama kenal dan kemudian menjalin cinta, Jake sudah sangat tau tentang prinsipku yang satu itu. Waktu berlalu, tahun 1998 dan tak terasa 2 tahun sudah hubunganku berjalan dan sampai sejauh itu aku masih bisa konsekwen dengan prinsipku. Jake sering menyatakan kekagumannya kepadaku sebagai wanita yang sangat bisa menjaga kesucian. Padalah kami sering kali menghabiskan malam bersama-sama. Kadang aku menginap dirumahnya (dia tinggal sendiri, orang tuanya ada di kota lain). Ini kami lakukan karena kami sangat jarang berjumpa. Dan disaat itu, kami tidak pernah melakukan sesuatu yang diluar batas. Hanya petting. Perlu kuberitahu Jake punya nafsu sex yang lumayan besar. Kalau sudah sangat bergairah, dia agak sulit mengontrol diri. Dan kalau sudah begitu aku lebih suka mengambil jalan aman dengan cara 'menenangkan' dia. Jake paling suka dengan oral sex. Untuk meredakan nafsunya aku sering melakukan oral sex dengan menjilat dan mehisap-hisap penisnya sampai akhirnya dia mencapai kepuasan. Sementara aku juga menikmati 'kepuasan'ku sendiri dengan permainan lidah dan jari Jake yg sangat lincah pada vaginaku sampai aku mencapai orgasme. Mungkin karena perasaan cinta dan percaya yg sudah demikian lekat kami merasa sekarangpun kami sudah menjadi suami istri. Dalam bercinta semakin hari Jake semakin 'berani' dan kadang tidak mengindahkan lagi peringatanku untuk tidak 'terlalu' dalam melakukan cumbuan.Lama-kelamaan aku tidak dapat menahan lagi 'gempuran-gempuran'nya setiap kali kami bercinta. Yang selama ini kami lakukan biasanya cukup petting, namun belakangan ini Jake suka sekali mengarahkan penisnya ke vaginaku. Sebagai manusia biasa, tentu saja aku lama-lama merasa penasaran dengan kenikmatan yg sering disebut orang sebagai surga dunia itu. Antara prinsip yg coba kupertahankan dengan rasa cinta bercampur penasaran. Pada akhirnya aku tak tahan dengan desakan-desakan naluriku sendiri sebagai wanita normal.Malam itu seperti biasa Jake menelefonku dan mengajak aku untuk menginap dirumahnya. Begitu sampai rumahnya Jake sudah merapikan kamarnya dan dia juga telah menyiapkan semua peralatan yg kubutuhkan untuk mandi. Selesai mandi tubuhku yang masih berbalut handuk dipeluknya. Jake memang selalu hangat dalam bercinta. Diciumnya tengkuk-ku. Dia memang sangat tau bagian-bagian paling sensitif dari tubuhku. Aku mengelak sambil mendorongnya pelan. Kukatakan aku ingin memakai baju dulu karena dingin. Jake sengaja memilihkan baju tidur yang dibelikannya untukku. Sebelumnya aku sudah tau dia ingin making love malam ini. Begitu aku selesai aku membaringkan tubuhku dikasur. Diapun segera menyusul dan membaringkan tubuhnya disampingku. Sambil sesekali mencium kening dan pipiku Jake dan aku ngobrol-ngobrol ringan dulu. Tangannya sesekali mambelai rambutku. Matanya memandangku begitu dalam, penuh kecintaan…aku merasa beruntung sekali memiliki kekasih yang orang bilang sangat ganteng dan setia.Pandangan mata kami bertaut dan saling mencari makna masing-masing didalamnya. Bibir kamipun saling bertaut. Jake mengulum bibirku dengan berapi-api, seolah ingin dilumatnya habis. Napasku sedikit sesak karena ciumannya yg bertubi-tubi. Namun akupun tak mau kalah, kubalas juga ciumannya dengan permainan lidah yang tak kalah dahsyat. Kupeluk tubuh lelaki yg sangat kucinta itu, hidungku segera saja mencium aroma sexy tubuhnya yg sangat kusukai. Sementara tangan Jake mulai beraksi. Dengan gerakan yang lembut, telunjuknya berputar-putar mengelilingi payudaraku yang ditutupi gaun tidurku yang tanpa bra. Dari balik gaun tidurku dapat kurasakan sentuhan tangannya yang mendatangkan rasa nikmat. Telunjuknya mengusap-usap putting susuku yang telah mengeras karena rangsangannya. Demi melihat putting susuku menonjol tegak, dengan gemas Jake meremas-remas payudaraku. Tangannya yang kokoh kini telah menguasai tumpukan daging kenyal yang sangat disukainya. Matanya kadang terpejam merasakan kenikmatan yang dia dapat dari remasan tangannya di payudaraku."Ooohh…Sid….hmm….." bisiknya. Detik berikutnya tangannya beralih dari dadaku dan berusaha untuk melepaskan baju tidur yang melilit tubuhku. Dengan tidak sabar dilepasnya baju itu dan dilemparnya entah kemana. Sementara aku sudah sangat terangsang dari tadi. Dapat kurasakan bagian selangkanganku menjadi sedikit tegang dan basah. Setelah puas menciumi bibirku kini bibirnya bergerak pelan kearah bawah melewati leherku…dikecupnya lembut, dari situ bibir Jake bergerak menjilati kupingku. Aku menggelinjang nikmat mendapat perlakuan seperti itu. Bibirnya terus menelusur kebawah dan kini telah sampai diantara belahan buah dadaku yang Jake bilang sangat sexy karena ukurannya dan kekenyalannya. Lidahnya bermain-main dan menyapu-nyapu diantara gundukan bukit kenyalku yang berukuran 36C. lidahnya yg hanya berputar-putar disekitar payudara dan putting susuku membuatku gemas. Puttingku sudah tegak mengeras menanti kehangatan bibirnya namun tampaknya Jake sengaja mempermainkanku dengan tidak menyentuh bagian paling sensitif dari dadaku itu. Setelah beberapas lama aku tidak tahan dan akhirnya merengek manja."Ooohh…Jake…jangan main-main doongg…." desahku. Jake hanya tersenyum melihat wajahku yang sudah sangat gemas dan tidak sabar. Detik berikutnya saat yang kunanti akhirnya tiba juga. Jake menjilatkan lidahnya yang hangat di putting susuku."ooohh…sayaanggg…" desisku lega. Tidak sampai disitu Jake pun mulai menghisapinya bagaikan seorang bayi yang sangat kehausan. Putingku disedot-sedot, dihisap dan dijilatinya. Aku semakin mendesah dan merintih-rintih nikmat! Sepertinya Jake semakin terangsang dengan suara eranganku.Sementara itu tangan kokoh Jake mulai menelusuri pinggang dan perutku, terus bergerak kebawah. Ketika tangannya menyentuh bagian selangkanganku, Jake mengusap-usap rambut-rambut halus yang tumbuh disana. Aku menggeliat gelisah dan mendesah-desah. Kegelisahanku seolah terbaca oleh Jake. Maka tanpa menunggu lagi tangannya dengan lincah membuka CD minim-ku yg berwarna hitam turun dan terus menuju vaginaku yang sudah sangat basah itu. Diusap-usapnya lembut..kemudian jari tengahnya mulai digeser-geserkan kebelahan vaginaku. Aku mengerang penuh kenikmatan. Oohh…betapa aku merasakan nikmat yang membuatku semakin menjulang tinggi. Jake mengelus-elus vaginaku dan telunjuknya kini berputar-putar disekitas lubang vaginaku. Telunjuknya yang kini basah diusapkannya ke clitku. Dan dia pun mulai mengusap dan membasahi clitku dengan cairan vaginaku sendiri.Sementara akupun tidak mau tinggal diam. Tanganku mencoba menggapai-gapai penisnya dan ketika penis itu telah berada dalam genggaman tanganku, dapat kurasakan ooohh…alangkah besarnya penis kekasihku. Penis itu sudah sangat tegang dan keras sekali, aku rasakan penis itu berdenyut-denyut hangat. Jake mendesah pelan ketika kukocok-kocok lembut penisnya. Sementara itu tangannya semakin ganas divaginaku. Jemarinya dengan lembut mengusap dan sesekali dicubit-cubitnya clitku yg sudah sangat tegang. Aku mendesah…mengerang….dan merintih nikmat…dalam pada itu naluriku seolah menuntut agar Jake melakukan sesuatu yang lebih dan lebih lagi! Tiba-tiba tubuh Jake melorot kearah bawah, menuju selangkanganku. Aku tau apa yang ingin dilakukannya dan aku sudah tak sabar untuk menikmati rasa itu. Benar saja. Aku merasakan hidung Jake menyentuh-nyentuh rambut-rambut halusku. Belum kuresapi betul kenikmatan itu, kini lidah Jake sudah mulai beraksi dengan menjilati semua bagian vaginaku. Dihisap dan sesekali digigitnya clitku. Aku hanya bisa pasrah sambil menikmati permainan lidahnya yg luar biasa. Tak puas dengan itu, jarinya membuka lebar bibir vaginaku agar lebih lebar dan terlihat jelas.Untuk sesaat dia tidak melakukan aktivitas apapun. Matanya menatap kagum ke arah vaginaku. Dia berdecak kagum. "Hmm…Sid, vaginamu indah sekali." bisiknya berulang-ulang. Tiba-tiba Jake mengambil senter kecil dan menyorotkan cahayanya ke arah lubang vaginaku. Aku tanya apa yg dia ingin lakukan dengan senter itu. Jake bilang ia ingin melihat lubang vaginaku yang sesungguhnya. Ini adalah pengalaman sex yg pertama bagi kami. Bukan cuma aku, Jake-pun sebelum ini belum pernah melihat bentuk vagina yang sesungguhnya, hanya melalui film blue saja. Maka ketika yang dihadapinya kini adalah vagina yg sebenarnya dia merasa takjub…inilah lubang kenikmatan itu.Sambil masih terus menyorotkan senter itu ke vaginaku Jake berkata, " Sid…lubang tempat masuk penis itu ternyata kecil sekali…sangat sempit. Sepertinya nggak mungkin mampu dilewati penisku yangs sebesar ini" bisiknya bodoh. Aku hanya tersenyum dan berkata, " Itu namanya aku masih asli, sayang…Nanti kalau sudah masuk, dia akan membesar mengikuti besar penis kamu.." jawabku sok tau."Sid…milikmu indah sekali, kau harus melihat sekali-sekali bagaimana bentuk vaginamu didalam…kulitnya lembut sekali dan berwarna kemerahan yg segar. Ahhh…aku sudah tidak sabar ingin menikmatinya dalam arti yg sesungguhnya." Bisik Jake."Maksudmu apa…?" bisikku"Bolehkan kalau aku…mm….aku ingin kita melakukan sex yang sebenarnya…bukan cuma petting seperti yg kita lakukan selama ini,.." katanya ragu…Aku terdiam sejenak. Antara prinsip yg kupertahankan selama ini dengan naluriku yg sudah hampir meledak menuntut suatu kenikmatan bercampur dibenakku. Terus terang, akupun saat ini ingin sesuatu yg 'lebih' dari apa yg pernah kami lakukan sebelumnya.Aku tak tau apakah Jake mengerti apa yg tengah kupikirkan, tetapi tanpa menunggu jawabanku Jake kembali melakukan aksinya lagi. Kini dengan nafsu yg lebih bergelora ia menjilati seluruh permukaan vaginaku. Lidahnya bermain-main di clitku. Aku bagaikan cacing kepanasan menggeliat kesana kesini, kakiku bergetar menahankan kenikmatan yg kurasakan diseputar vaginaku. Desahanku yg semakin keras sepertinya membuat semangat Jake makin tinggi. Tiba-tiba Jake merubah posisinya terbalik diatas tubuhku. Kini penisnya tepat berhadapan dengan wajahku. Dengan sigap akupun menangkap penisnya yg sudah sangat tegang itu untuk kemudian kuhisap dan kujilati. Dengan gerakan maju mundur mulutku terus berkecipak mengulum penisnya.Sementara tanganku yg lain meremas-remas buah pelirnya yg menggantung. Mendapat rangsangan demikian, Jake semakin mengganas dibagian vaginaku. Dijilatinya terus clitku dan dihisap-hisapnya bibir vaginaku berrgantian. Oooohh…nikmat sekali. Kenikmatan yang sudah sampai keubun-ubun membuat kami berdua bagai dua orang yg kesetanan. Hingga pada akhirnya Jake kembali pada posisi semula. Tubuhnya menindih tubuhku dari atas setelah sebelumnya dibukanya lebar-lebar dua kakiku. Mulutnya kembali menciumi bibir dan payudaraku bergantian. Kemudian dia bangkit, Jake kini berdiri dengan dua lututnya persis diantara dua kakiku yg telah dibukanya lebar. Tangannya menuntun penisnya kearah vaginaku. Aku mendesah…lirih…Aku tau apa yang ingin dilakukannya. Aku sudah tidak peduli lagi. Dalam hatiku sudah bulat untuk mengawininya dan yg penting diatas semua itu, aku percaya Jake dengan sepenuh hatiku. Aku siap untuk kehilangan virginitasku malam ini. Penisnya kini telah menyentuh lubang vaginaku, Jake berusaha memasukkan kepala penisnya yg besar ke lubang kecil itu. Ditekannya sedikit..pelan…dipandangnya wajahku dan bertanya apakah aku merasa sakit. Aku hanya menggeleng lemah. Jake meneruskan usahanya memasukan penisnya ke lubangku. Kali ini ditekannya sedikit keras. Aku menahan napasku, rasanya sebagian kepala penisnsya telah masuk, dapat kurasakan dari lubangku yg terasa agak meregang. Sejauh ini belum terasa sakit. Merasa telah memasukkan sebagian kepala penisnya ke lubangku, Jake melepas tangannya yg tadi menuntun kepala itu untuk masuk kelubangku. Dia mulai menggoyangkan pantatnya pelan, menekan kebawah, ke vaginaku. Namun kepala itu lepas. Beberapa kali Jake melakukan itu, namun pada saat tangannya dilepas, penis itupun ikut lepas. Keringatnya mulai muncul, tubuhnya basah. Aku tau, dia berusaha melakukannya dengan lembut sekali karena takut aku merasa kesakitan. Jake memang sangat pengertian.Aaaah…. desahnya pelan. "Sulit sekali, sayang…masih sempit" bisiknya. Aku menyeka keringatnya disekitar wajah dan keningnya. Dikecupnya bibirku. "Aku cinta kamu, sayang…" bisiknya lagi mesra. Aku memejamkan mataku merasakan kebahagiaan ini. Sementara tanganku kini mengusap-usap putting susu Jake. Jake sangat sensitif dibagian putting susunya, terutama yg sebelah kirinya dan aku tau betul itu. Benar saja, Jake langsung mendesah-desah."Ooohh….nikmatnya, sayangg.." desisnya. Aku semakin bersemangat. Jari-jariku menari-nari diputing susunya. Jake menggelengkan kepalanya dengan mata terpejam. Kini tangannya mencoba lagi memasukkan penisnya kelubangku yg basah. Sebagian kepalanya telah masuk kini, Jake menekannya sedikit keras. Kurasakan lubangku kembali meregang. Kali ini Jake tidak melepaskan tangannya. Dibimbingnya terus penis itu sampai masuk ke vaginaku. Bless…kurasakan sesuatu menyodok kedalam. Kupikir semua penisnya telah masuk, ternyata yg masuk baru kepalanya saja. Seluruh kepala penis Jake kini telah masuk kelubangku. Ada sedikit perih dan sesuatu yg mengganjal dibulangku. Tapi aku begitu menikmati sensasi yg ditimbulkannya. Aku mendesah…dan Jakepun berdesis pelan…Ia mengambil napas dalam-dalam."Sakit sayang..?" tanyanya lembut. Aku hanya bisa menggelengkan kepala. Aku merasakan perih dan nikmat secara bersamaan. Kemudian dengan pelan namun pasti Jake menekankan penisnya kedalam dan semakin dalam. Oohh…aku rasakan sesuatu yg sangat besar bergerak masuk kelubangku yg sempit. Jake mendesah…"Oooh…Sid, nikmat sekali sayang.." Jake terus memasukkan penisnya sampai betul-betul masuk semua. Akupun merasakan vaginaku sangat sempit atau memang ukuran penis Jake yg terlalu besar. Aaaah…nikmat sekali. Pelan dan lembut Jake mulai mengayunkan dan menggoyangkan pantatnya. Otomastis penisnya pun jadi menghunjam-hunjam dalam lubang vaginaku. Aku mengerang dan mendesah sejadi-jadinya. Nikmat yg kini kurasakan tak terjabarkan dengan kata-kata. Aku malah mendorong pantat Jake dengan tanganku seolah ingin penis Jake lebih masuk dan menusuk ke bagian terdalam vaginaku. Tau aku telah menikmati permainan ini, Jake mempercepat gerakannya mengayuh pantat. Dan akupun semakin mengerang nikmat. Setiap hunjaman penisnya divaginaku kubarengin dengan pantatku yang sengaja kudorong keatas dan sedikit diangkat. Sehingga gesekan-gesakan penis dengan dinding vaginaku dapat lebih kurasakan. Ujung penis Jake yg besar serasa menyodok-nyodok ujung peranakanku dan ini mendatangkan rasa yg luar biasa sekali. Desahanku telah berubah jadi erangan dan eranganku lama kelamaan berubah jadi jeritan yg tertahan. Oooohh….Kami terhanyut dalam kenikmatan yg baru kali ini kami rasakan. Tubuh kami kini sudah bermandi peluh, napas kami memburu Selama lebih dari 20 menit Jake dan aku berpacu mendaki puncak kenikmatan. Sambil menghunjamkan penisnya mulut Jake tak mau ketinggalan dengan terus mengulum payudaraku. Dihisapnya putting susuku dengan penuh gairah. Aku merasakan kenikmatan dari segala penjuru tubuhku. Jake memang luar biasa!Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yg mendesak keluar dan dibarengi dengan rasa nikmat luar biasa. Aku akan orgasme, pikirku. Aku mendesis-desin dan sambil mempererat pelukanku dipunggungnya aku semakin mempercepat goyangan pantatku yg mengimbangi goyangan pantat Jake. "Jake…oooohh…..sayangg….aaacchh………..aku keluar….ooooooohhhhhhhhh…..!!" aku menjerit dan secara relfek kugigit bahu Jake. Jake semakin mempercepat gerakan pantatnya, lincah sekali dia. Kurasakan bagian dalam vaginaku bedenyut-denyut dan ada rasa hangat yg menjalar. Aku memejamkan mataku rapat-rapat. Sementara mulutku mengerang nikmat. Napasku mendengus-dengus…"Oooohh…Jake…ooohhh….aaaahhhhh……… desahku bagai tak berkesudahan. Dan kini giliran Jake yg bagai orang kesetanan."Oohh…ooohhhh…..Sid… enak sekali jepitan vaginamu, sayang….!" Desisnya. Rupanya Jake merasakan otot vaginaku berkontraksi meremas-remas dan menyedo-nyedot penisnya yg ada didalam. Diapun semakin mempercepat hunjaman-hunjaman penisnya divaginaku. Aku mendesis-desis. Selama 2 menit aku merasakan vaginaku berdenyut-denyut dan menghisap kuat penis Jake. Detik berikutnya Jake berbisik dengan sedikit tertahan. "Ooohh….Sid….aku mau keluar….!!" "Aaaaahhh……….hhhhhhhm…….oooooooooohhhhhhhhh "Tiba-tiba Jake bangkit dan mengeluarkan penisnya dari vaginaku. Sedetik kemudian, cret…crett…crett….spermanya berloncatan dan tumpah tepat diatas perutku. Tangannya dengan gerakan sangat cepat mengocok-ngocok batang penisnya seolah ingin mengeluarkan semua spermanya tanpa sisa. "Aaaaahhhhhhhh……………." Jake mendesis panjang dan kemudian menarik napas lega.Dibersihkannya sperma yg tumpah diperutku. Setelah itu kami tergolek lemas sambil mengatur napas kami yg masih agak memburu sewaktu mendaki puncak kenikmatan tadi.